Bom Bunuh Diri Ajaran Siapa?

Apa yang kita saksikan hari ini, begitu juga kejadian-kejadian yang terjadi sebelumnya, sangatlah menggambarkan betapa urgensinya kebutuhan seorang Muslim terhadap aqidahnya.

Sayang, justru hari ini, akan kita dapati seorang Muslim yang mempelajari pondasi-pondasi akidahnya dan mencoba mengenal lebih dalam batasan-batasan muamalahnya. Justru dianggap kuno dan dianggap sebagai suatu hal yang lalu.

Sementara itu tindakan salah menyalahkan selalu menjadi santapan bagi media sekuler, akan kita dapati ketika ada seorang Muslim lainnya termakan dengan akidah yang salah, yang dengan penyimpangan aqidah nya tersebut berujung pada tindakan konyol sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini, maka di cacinyalah Islam yang suci itu, dipandang sinislah seorang Muslim, muncul stigmasisasi terhadap identitas keMusliman bahwa cadar ekstrimis, disimpulkannya lagi bahwa celana cingkrang itu ciri dari pada atribut teroris, lahirlah propaganda "Minoritas selalu teraniaya, minoritas selalu menjadi korban" seolah-olah segelintir kaum yang mengatasnamakan Islam, itulah murni ajaran Islam, dan juga seolah-olah minoritas dari umat beragama itulah satu-satunya pihak yang dirugikan. Sampai pada akhirnya, tiba golongan yang lain masuk, Golongan itu adalah dari Umat Islam itu sendiri, mereka menggaungkan persamaan yang berujung pada kebebasan, campur baur atas nama 'toleransi' umat beragama.

Seolah-olah solusi dari pada tindakan bom bunuh diri dari pada pihak-pihak menyimpang itu, yang lagi-lagi Islam sama sekali tidak pernah mengajarkannya. Yang entah Nabi mana, dan tuhan yang mana yang mereka ikuti, seolah-olah solusinya adalah sistem masyarakat yang plural. Betapa sangat disayangkan mereka yang demikian mengklaim bahwa mereka adalah orang-orang yang paling moderat. Padahal tak ubahnya dengan para teroris-teroris itu, mereka sama-sama berlaku ekstrim atas nama Agama, mereka mencampurbaurkan apa yang Allah dan RasulNya larang.


Aqidah yang benar adalah tengah-tengah sebagaimana makna moderat pada asalnya. Bukan layaknya teroris dengan keyakinan radikalnya yang menganggap kafir dzimmi atau orang non muslim yang berada dikekuasaan pemerintah muslim wajib diperangi dan halal darahnya, dan tidak juga dengan trilogi (Liberalisme, Pluralisme, Sekulerisme) yang terlalu longgar terhadap batasan-batasan syariat terhadap agama lain.

Maka, terhadap mereka kafir yang Dzimmi, Islam memberikan hak untuk hidup dan hak menjalankan agama mereka masing-masing, bahkan Allah Azza Wa Jalla yang mereka katakan mempunyai anakpun melarang keras untuk mencela sesembahan-sesembahan mereka, merampas hak dan berlaku zhalim terhadap mereka. Maka, bagaimanakah lagi untuk membunuh mereka?

Hingga terang sudah, selain terlarang oleh hukum Tuhan. tindakan bunuh diri atau membunuh jiwa orang lain. Tidaklah pernah direstui dimata kemanusiaan

Kendati begitu, tidak berarti bahwa bersikap longgar itu dibolehkan, dengan mengatakan bahwa "semua Agama sama" atau mencampur baurkan ritual ibadah dengan agama lain, bersikap loyal terhadap mereka. sebab itu akan memicu lunturnya Wala' (Loyalitas) kepada kaum muslimin dan Bara' (Berlepas diri) dari apa yang dipegang oleh orang kafir.

Inilah yang dipegang oleh para khalifah-khalifah Islam dulu,  Islam yang suci dari penyimpangan dan kekokolotan, bukan miring kanan ataupun kiri, tetapi tegak lurus diatas garis masing-masing sebagai umat beragama. Sehingga akan kita dapati kesaksian-kesaksian mereka dari orang kafir yang hidup dibawah kepemimpinan Islam dulu, tidak satupun hak mereka yang direnggut, Sebaliknya mereka menaruh hormat kepada pemimpin kaum Muslimin dan terkesima akan ajaran Islam. dan memilih menempuh jalan kebenaran memeluk Islam. Dan inilah yang dikehendaki Allah atas hambanya yakni iman yang berangkat dari hati yang sadar, bukan justru Syahadatain yang berangkat dari paksaan dan ketakutan. Agar fitrah kebenaran yang didalam diri manusia itu mengakui bahwa Islam lah agama yang benar.

Sebab Islam itulah keadilan, dan yang demikian itu tidaklah tercapai dengan akidah yang lurus dan tauhid yang kuat. Dan apa yang selama ini kita saksikan; bom bunuh diri tidaklah muncul melainkan dari hawa nafsu dan kebodohan

Kita memohon kepada Allah petunjuk kepada aqidah yang benar 


Komentar