"Jangan Kau Anak Tirikan Prinsip-Prinsipmu"

Ketika kebaikanmu dianggap sebagai bentuk kebodohan
Kelembutan dianggap ketidakberanian
Dan kesabaran dianggap kelemahan
Jangan pernah berfikir untuk berhenti lalu berasumsi bahwa selama ini kita hanyalah objek yang dijadikan target untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

Soal memberikan pelajaran, itu sah-sah saja. Jika memang ingin membalas, hendaknya dengan hikmah sangat dianjurkan. Namun, yang perlu digaris bawahi bahwa hikmah tidaklah menuntut dengan keras.

"Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik..." (Fushilat : 34)

Jika memang demikian, biarlah hati mereka yang hitam. Putihnya jiwamu jangan mau dikotorkan

Lagi pula, pada hakikatnya jika ia benar menganggapmu adalah target untuk dimanfaatkan, maka dia lah sebenarnya yang kau manfaatkan. Hanya saja orientasi nya berbeda, mungkin dalam pandangannya kamu hanya dunia, sehingga output yang dihasilkan hanya sekedar materi, materi, dan materi.

Berbeda dengan penghamba dunia. Justru orang yang condong kepada negeri Akhirat, ia akan memandang bahwa apa yang dilakukan mereka adalah sebuah ladang amal yang sangat melimpah. Dalam hal ini, kau tidak perlu merubah kebiasaanmu. Cukup atur pola pikirmu, cukup jaga niatmu. maka sandiwara itu ada digenggamanmu. Janganlah menganak tirikan prinsip-prinsipmu

Tetaplah berbuat baik. Akibat buruk biarlah mereka yang menanggung.

"Hendaknya orang yang berakal tau bahwa neraca keadilan tidak pernah pilih kasih." Ibnul Jauzi

Komentar